Deneva Class | SEGENGGAM ILMU

Pages

Rabu, 11 Maret 2015

Apa Perbedaan antara HDTV dengan TV Standar?


Apple_New_HDTV
Perbedaan antara televisi ‘standard definition’ dengan ‘high definition’ (HD) terletak pada kualitas gambarnya.Televisi HD (HDTV)  jauh lebih tajam dan jelas dibandingkan dengan televisi standar. HDTV dengan cepat menjadi format baru dalam dunia broadcasting televisi.
HDTV membutuhkan sinyal atau input HD agar dapat meununjukkan kinerja maksimal.Kepadatan Gambar
Kualitas layar televisi dapat diukur dengan jumlah piksel atau titik-titik kecil yang terus-menerus berubah warna.
Setiap layar televisi berisi ribuan piksel yang bergabung membentuk gambar yang Anda lihat.
Istilah “standard definition” dan “high definition” mengacu pada jumlah piksel dan cara program televisi disiarkan.
Standard Definition
Standard definition merupakan model TV hingga seri 480i, yang berarti layarnya memiliki 480 baris horizontal piksel.
“I” adalah singkatan dari “interlaced,” yang berarti bahwa gambar beralih bolak-balik antara satu setengah dari baris piksel.
Pergantian ini terjadi lebih cepat dari apa yang bisa dilihat mata sehingga gambar tampak utuh, meskipun tetap menghasilkan efek berkedip.Model 480i dianggap ketinggalan menurut standar modern meskipun telah digunakan selama puluhan tahun pada televisi tabung sinar katoda.
High Definition
Televisi HD sering pula disebut sebagai 1080p yang berarti layarnya memiliki 1080 baris horizontal piksel, lebih dari dua kali televisi standard definition.
“p” merupakan singkatan dari “progresif” yang berarti semua piksel disiarkan sekaligus (tanpa interlaced).
Beberapa televisi berlabel HDTV mungkin memiliki lebih sedikit baris piksel seperti 1080i atau 720p.
Terlepas dari besaran resolusi, HDTV memiliki gambar yang lebih tajam dari TV standard definition.
Ukuran Vs. Ketajaman Gambar
Jumlah piksel pada layar tidak berhubungan dengan ukuran layar. Definisi layar berasal dari teknologi yang terlibat, bukan dimensi TV.
Jadi televisi 24-inci high definition akan tetap lebih tajam dari televisi 50-inci standard definition walaupun memiliki layar jauh lebih kecil.
Siaran HD
HDTV akan memiliki gambar kualitas tinggi jika menerima sinyal HD pula.
Artinya, siaran yang dikirim tidak dalam format HD meskipun diputar oleh HDTV tetap tidak akan memiliki gambar kualitas HD.

3 Tips Membersihkan Layar HDTV


Apple-HDTV
Ketika pertama kali membeli HDTV, layar tampak bersih sehingga memberikan gambar terbaik.Seiring waktu, layar akan kotor oleh debu, sama seperti barang lain dalam rumah Anda.
Apakah Anda memiliki HDTV Plasma atau LCD, kehati-hatian diperlukan saat membersihkan layarnya.Hindari penggunaan bahan kimia yang tidak direkomendasikan agar layar tidak malah rusak.
Berikut adalah cara membersihkan layar HDTV.
1. Periksa buku manual HDTV mengenai adanya petunjuk pembersihan khusus.
Setiap produsen memiliki spesifikasi khusus sehingga memerlukan perlakuan berbeda saat harus membersihkan layar HDTV.
Jika produsen merekomendasikan cara tertentu, ikuti seperti yang tercantum dalam buku manual.Jangan menggunakan sembarang bahan kimia yang tidak dianjurkan oleh produsen.
2. Basahi kain lembut dengan air, jika produsen tidak merekomendasikan produk pembersih atau bahan kimia tertentu.
Jangan gunakan kain atau material yang kasar, seperti handuk kertas (paper towel). Kain microfiber atau T-shirt bekas yang lembut bisa menjadi pilihan.
Peras kain untuk mengurangi kelebihan air.
3. Bersihkan layar dengan kain lembab. Jangan menekan terlalu keras karena layar berpotensi rusak.
Agar cepat kering, usap lagi layar HDTV dengan kain kering.[]

Kekurangan HDTV: 5 Masalah yang Sering Muncul pada HDTV


gate_tv
High-definition television (HDTV) menyediakan layar lebih lebar dan resolusi yang lebih tinggi dari televisi standar.HDTV memiliki rasio layar 16:9, berbeda dengan TV standar yang memiliki rasio 4:3, dan dapat menampilkan baik 720 garis scan progresif atau 1.080 resolusi garis interlaced.
Terlepas dari keuntungan tersebut, HDTV masih tetap memiliki kelemahan. Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin timbul pada HDTV.1. Digital Mosquito
Digital mosquito merupakan distorsi seperti awan statis di sekitar obyek yang bergerak cepat di layar.
Distorsi ini terjadi karena kompresi sinyal digital yang tidak sempurna. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh kesalahan pada pihak broadcaster, satelit, atau penyedia layanan TV kabel.
Anda dapat menghilangkan digital mosquito dengan memasang digital noise processor..
Perangkat ini mampu meningkatkan kompresi sinyal sehingga meminimalkan gangguan.
2. Pixelation
Ketika sinyal video digital sedang lemah, HDTV bisa mengalami masalah pixelation.
Pixelation terjadi ketika gambar pada layar seperti terbagi ke dalam ratusan kotak kecil terang.
Jika terjadi pixelating pada HDTV dan kemudian kembali normal, ini merupakan indikasi bahwa kabel atau sinyal satelit sedang tidak bagus.
Untuk memperbaiki masalah ini, Anda dapat memasang inline amplifier atau preamplifier ke reception box HDTV Anda untuk meningkatkan kekuatan sinyal.
3. Garis-garis putihMasalah lain yang bisa menurunkan kualitas video HDTV adalah munculnya garis putih.
Garis putih biasanya muncul dan mengelilingi objek pada layar sehingga mengurangi kualitas gambar.
Masalah ini umumnya dapat diperbaiki dengan menurunkan setting atau pengaturan ketajaman (sharpness).
Jika cara diatas gagal, Anda mungkin perlu sepenuhnya menonaktifkan fungsi edge enhancement.
Proses ini biasanya memerlukan bantuan seorang teknisi.
4. Tepi bergerigi
Masalah lain pada HDTV adalah munculnya tepi bergerigi di sekitar objek pada layar.
Tepi bergerigi hanya terjadi pada HDTV yang menggunakan interlacing, suatu proses yang digunakan untuk membantu menghemat bandwidth.
Proses ini memerlukan proses membagi frame ke garis-garis ganjil dan genap dan kemudian kembali menggabungkan garis di layar.
Sayangnya, kadang-kadang garis-garis ini gagal terjalin lagi secara sempurna sehingga menyebabkan layar bergerigi.
Untuk memperbaiki masalah ini, hubungi teknisi atau pusat service televisi Anda.
Alternatif lain, Anda mungkin ingin beralih ke HDTV yang menggunakan teknologi progresif scan.
5. Dynamic false contouring
Beberapa televisi HD terutama model yang lebih lama, akan menghasilkan gangguan gambar yang muncul di bagian gelap pada layar.
Fenomena ini dikenal sebagai dynamic false contouring dan merupakan akibat dari pemrosesan sinyal yang buruk.
Sayangnya Anda tidak dapat memperbaiki masalah ini. Jadi jika Anda membeli HDTV yang menunjukkan dynamic false contouring, segera minta penggantian dengan unit yang baru.[]

Tips HDTV: 5 Panduan Sebelum Membeli HDTV


Apple-HDTV
Membeli ‘high definition television’ (HDTV) bisa menjadi proses rumit karena berbagai fitur dan spesifikasi berbeda yang ditawarkan tiap produsen.Namun, memahami spesifikasi dasar dan fitur yang paling penting akan memudahkan Anda memilih HDTV.
Tapi tentunya spesifikasi teknis ini juga harus dikombinasikan dengan selera, anggaran, dan ketersediaan ruangan dalam rumah Anda.Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli HDTV.
1. Ukuran Layar
Hal pertama yang harus dipertimbangkan saat membeli HDTV adalah seberapa besar layar yang Anda butuhkan.
HDTV memiliki ukuran layar bervariasi dari 19 inci sampai 60 inci. Semakin besar ukuran layar, gambar yang disajikan umumnya akan mirip dengan pengalaman di bioskop.
Namun Anda juga harus memperhatikan anggaran dan luas ruangan. HDTV 60 inci mungkin berharga belasan bahkan puluhan juta.
Ukuran layar yang tepat harus mencerminkan keseimbangan antara anggaran dan ukuran ruangan.
2. Resolusi Layar
Resolusi standar HDTV umumya dikenal sebagai 720p dan 1080p.
Standar-standar ini mengacu pada jumlah maksimum pixel yang mampu ditampilkan pada layar.
HDTV 720p dapat menampilkan gambar maksimum 1280×720 pixel, sedangkan HDTV 1080p dapat menampilkan ukuran gambar dengan dimensi 1920×1080 pixel.
Kedua resolusi tersebut dianggap definisi tinggi dan menghasilkan kualitas gambar yang tinggi pula.
Bedanya HDTV 1080p menampilkan gambar yang lebih detail. Perbedaan ini akan semakin terlihat pada layar ukuran besar.
3. Refresh Rate
Refresh rate adalah nilai yang menggambarkan berapa kali layar dapat menampilkan perubahan pada pixel yang ditampilkan dalam setiap detiknya.
Untuk menampilkan gambar bergerak, TV harus me-refresh (mengubah warna pixel) gambar yang ditampilkan.Refresh rate standar untuk HDTV adalah 50 atau 60 Hertz (Hz), meskipun ada yang menawarkan nilai yang lebih tinggi seperti 120Hz dan 240Hz.
Refresh rate yang lebih tinggi menghasilkan gambaran yang lebih realistis, terutama saat menyiarkan konten dengan gerakan cepat seperti olahraga.
Kebanyakan HDTV dengan refresh rate 120Hz dan 60Hz HDTV dapat dikonfigurasi untuk menampilkan konten pada refresh rate lebih rendah seperti 60Hz, jika diinginkan.
Memilih refresh rate yang tepat adalah masalah preferensi pribadi. Lihat sampel pada masing-masing refresh rate untuk menentukan pilihan yang paling tepat.
4. 3D HDTV Vs. 2D HDTV
Banyak HDTV yang sudah memiliki fitur 3D, yang berarti dapat menampilkan konten yang dibuat secara khusus dalam format tiga dimensi.
Menonton konten dalam 3D membutuhkan tambahan kacamata khusus, yang sering tapi tidak selalu disertakan bersamaan dengan pembelian 3D HDTV.
3D HDTV tentu berharga lebih mahal dibandingkan model 2D. Namun mungkin Anda lebih memilih model 3D untuk memperkaya pengalaman menonton TV.
5. LCD Vs. LED Vs. Plasma
Televisi LCD, atau “Liquid Crystal Display” umumnya menampilkan gambar lebih terang dari televisi plasma yang menggunakan listrik dan gas dalam teknologi layarnya.
Sedang televisi “Light-Emitting Diode” atau LED sebenarnya berbasis LCD yang memiliki fitur ‘back-lighting’ agar pencahayaan lebih optimal.
Televisi plasma umumnya lebih baik dalam menampilkan warna-warna gelap dan lebih disukai untuk menonton acara gerak cepat seperti olahraga.
Televisi LCD memiliki berat kurang dari TV plasma, dan biasanya menghasilkan gambar lebih hidup.
Televisi LED lebih terang daripada LCD, lebih hemat energi, namun juga berharga relatif lebih mahal.[]

Pengaruh Magnet terhadap CD dan Pita Kaset


cd kaset
Magnet dapat merusak data. Hal ini terutama benar dalam kasus floppy disk dan beberapa hard drive keluaran jaman dulu.Namun Anda mungkin bertanya-tanya apakah magnet bisa pula merusak data yang disimpan dalam CD atau pita kaset.
Cara Kerja Pita KasetPita kaset menyimpan informasi dengan cara menyusun partikel magnetik kecil dengan konfigurasi tertentu.
Saat diputar, pita kaset akan bersentuhan dengan kepala kumparan magnetik dan menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik. Gelombang ini lantas ditafsirkan sebagai suara.
Dalam kasus kaset, suara direkam dan diputar dengan melibatkan partikel magnetik.
Pengaruh Magnet pada Pita Kaset
Karena cara kerja yang melibatkan magnet, rekaman pada pita kaset dapat rusak atau bahkan hilang oleh magnet yang kuat.
Itu sebab penting untuk menjauhkan pita kaset koleksi Anda dari paparan magnet kuat yang bisa merusak koleksi lagu jadul kesayangan Anda.
Cara Kerja CDCD menggunakan laser saat memutar dan merekam data. Alur kecil pada permukaan CD dibaca oleh laser dan diinterpretasi menjadi suara.
Jadi, tidak seperti pita kaset, CD bekerja tanpa melibatkan magnet.
Pengaruh Magnet pada CD
Magnet tidak akan mempengaruhi CD. Meskipun magnet mungkin dapat menempel ke permukaan CD, namun hal ini tidak akan merusak data yang tersimpan di dalamnya.
Jadi Anda bisa menyimpan koleksi CD bersamaan dengan benda-benda bermuatan magnet tanpa khawatir terjadi kerusakan atau kehilangan data.
Kesimpulan
Saat ini, CD sudah menggantikan pita kaset sebagai media penyimpanan lagu. Namun, sebagian orang mungkin saja masih memiliki pita kaset sebagai koleksi.
Agar pita kaset koleksi Anda tetap awet, pastikan untuk menyimpannya jauh dari magnet kuat.
Selain itu dianjurkan pula untuk me-rewind atau fast forward kaset koleksi Anda setidaknya setahun sekali untuk menghindarkan kerusakan pada formasi magnetik pada pita.[]

Bagaimana Cara Kerja CD?


cd
CD terbuat dari plastik. Setiap CD memiliki alur spiral mikroskopis yang bermula pada tepi luar dan berakhir di tengah (pusat) CD.Alur ini bermuatan dengan kode biner. Kode ini lantas dibaca oleh laser.
DefinisiKode biner terdiri atas dua angka: 1 dan 0. Angka tersebut digunakan untuk membentuk kode biner.
Kode ini lantas dibaca oleh komputer untuk kemudian diterjemahkan menjadi suara atau gambar.
Kode biner direkam dalam semacam logam mikroskopis yang diletakkan di dalam alur spiral CD.
Permukaan logam tersebut atau yang datar atau berlubang. Laser akan menerjemahkan hasil yang berbeda saat mengenai logam yang berlubang dan datar.
Laser
Seperti diulas sebelumnya, kode biner pada CD dibaca oleh laser. Laser menghasilkan 1 ketika mendeteksi lubang dalam logam serta menghasilkan 0 saat mengenai permukaan yang datar.Suara
Kode biner menciptakan sampel suara dengan frekuensi sekitar 40.000 kali per detik.
Hal ini dikenal sebagai frekuensi sampling dan diukur dalam satuan hertz. Saat “membakar” CD, Anda berarti sedang membuat kode biner pada logam mikro dalam alur spiral.
Sebuah sinar laser merah mengenai kode biner yang terukir dalam logam mikroskopis saat CD diputar.
Kode biner ini lantas diterjemahkan oleh komputer menjadi suara atau gambar
Revolusi
CD merevolusi media penyimpanan suara yang sebelumnya menggunakan pita kaset.
Dibanding pita kaset, CD mampu menyimpan rekaman lebih banyak serta menghasilkan suara yang lebih baik.[]

Cara Kerja Remote Control: Ketahui 2 Jenis Remote Control


Remote Control
Secara umum, ada dua jenis remote control: inframerah (infrared = IR), dan frekuensi radio (radio frequency = RF).Remote control IR bekerja dengan mengirimkan gelombang inframerah ke perangkat elektronik, sementara remote kontrol RF bekerja dengan cara yang sama namun menggunakan gelombang radio.
Diantara persamaan tersebut, perbedaan terbesar antara keduanya adalah perihal jangkauan. Remote control IR bisa bekerja dengan baik jika tidak ada penghalang dengan jarak jangkaun sekitart 9,14 meter.Di sisi lain, remote control RF dapat melalui dinding dengan jangkauan sekitar 30,48 meter.

Remote Control IR

Banyak perangkat elektronik di rumah seperti stereo set dan televisi menggunakan remote control IR.
Remote control berisi papan sirkuit internal, prosesor, dan satu atau dua Light Emitting Dioda (LED).
Ketika menekan tombol, remote mengirimkan kode yang sesuai dengan perangkat penerima.
Ide dasarnya agak mirip dengan kedipan sinyal SOS, bedanya, remote control mengirim serangkaian kode 1dan 0.
“1” diwakili oleh pancaran gelombang dalam waktu lama, sedangkan “0” merupakan pancaran yang lebih singkat.Penerima pada perangkat elektronik lantas menerjemahkan kode digital ini untuk mengaktifkan fungsi yang dimaksudkan.
Beberapa jenis remote control bisa sangat rewel, membutuhkan pengguna untuk mengarahkannya langsung ke perangkat elektronik.
Hal ini disebabkan pancaran inframerah yang lemah. Masalah ini mungkin bisa diatasi dengan mengganti baterai yang baru.
Namun, masalah bisa pula disebabkan oleh pemancar yang memang lemah dalam mengirim sinyal.
Untuk mengatasi masalah ini, banyak produsen yang memproduksi remote control dengan LED ganda.

Remote Control RF

Pembuka pintu garasi, sistem alarm, dan mainan radio kontrol umumnya menggunakan remote kontrol RF.
Remote control RF pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan remote control IR.
Bedanya, alih-alih sinar inframerah, remote control RF menggunakan gelombang radio.
Gelombang radio mampu menembus dinding dengan jangkaun yang lebih jauh.
Beberapa sistem hiburan high-end juga menggunakan remote kontrol RF untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian serta memperbesar jarak jangkauan.[]